Sebagai
anak remaja, sepertinya sudah wajar kalau hidup dengan memiki seorang pacar,
walau beberapa orang ada beberapa yang memiki banyak pacar dalam hidupnya.
Seolah pacar adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh kaum muda. Pacaran
di zaman ini seolah tuntutan kehidupan dengan berbagai alasan untuk
mempertahankan statusnya. Ada yang takut dikira tidak laku alias memiliki
pribadi yang rendah sehingga tidak ada orang yang mau mendekati sebagai
kekasih, ada yang katanya untuk meningkatkan motiivasi belajar, ada juga yang
berpikiran untuk ajang penjajagan dalam meraih jodoh. Zaman sekarang kok ndak
pacaran,… takut dibilang ketinggalan zaman lah,
Jumat, 08 Juni 2012
Jumat, 25 Mei 2012
Disiplin Belajar Ilmu Agama itu Menyesatkan?
Kehidupan
manusia pada zaman ini, semakin jauh dari kehidupan Rosulullah SAW, jauh dari
kehidupan para Salafus Sholih dari tabi’in dan tabi’u tabi’in. Sebaik baik
zaman adalah zaman ku, kemudian setelah nya, kemudian setelahnya, itulah yang
Rosulullah sampaikan pada zamannya. Dari situ dapat dimaknai bahwa, semakin
jauh dari kehidupan zaman Rosulullah SAW berarti semakin buruk zaman itu.
Selasa, 22 Mei 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
Sang Penolong,.....
Hidup
berorganisasi seolah hidup penuh dengan kesibukan. Sibuk ingin mengembangkan
organisasi, sibuk melakukan pencitraan organisasi, maupun sibuk melakukan
pengkaderan. Suatu konsep yang indah dalam membangun suatu komunitas yang dipenuhi
lika liku, canda tawa dalam bergerak, kemarahan dan kekecewaan atas kesalahan
kawan, kesedihan saat harus berpisah dalam akhir kepengurusan. Hal semua itu
terasa menjadi hal yang wajib dialami oleh orang orang yang benar dalam berorganisasi.
Suatu keputusan yang tiada salah, dalam sebuah pergerakan organisasi karena semua adalah saling belajar dan saling
memahami .
Kamis, 17 Mei 2012
Antara Kuliah dan Dakwah
Hidup sebagai
mahasiswa, terutama aktivis pergerakan merupakan zona baru dalam aktitivas
kehidupan mantan ABG. Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjalankan amanah
orang tua yaitu belajar dengan semaksimal kita, di sisi lain sebagai aktivis
kita juga dituntut untuk selalu memaksimalkan kemampuan kita mengajak teman2 di
sekitar kita untuk selalu mengingatkan kebaikan. Terkadang berorganisasi lebih
terasa mengasyikkan daripada mengikuti
perkuliahan yang serba monoton. Hidup terasa hampa tanpa berorganisasi, tapi
organisasi juga bukan satu satunya jalan hidup. Sungguh disayangkan, ketika
beberapa aktivis pergerakan yang justru berpikiran bahwa memikirkan organisasi
itu lebih diutamakan daripada perkuliahan. Bahkan tak jarang beberapa mahsiswa
yang rela meninggalkan perkuliahan karena adanya rapat di organisasi mahasiswa,
yang lebih aneh lagi, setelah mereka berpikir bahwa agenda rapat yang meninggalkan
perkuliahan dengan landasan untuk memikirkan dakwah justru dibarengi dengan
kebiasaan,.........
Sabtu, 12 Mei 2012
Memperjuangkan Dakwah atau Jama’ah ?
Hidup
berjama’ah seolah tabiat dari manusia, manusia sebagai makhluk yang tidak
mungkin bisa lepas dari sosialisme antar sesama. Berkawan, berkelompok,
bertetangga, bahkan berbisnis merupakan wujud pentingnya sosialisme antar
manusia. Begitupun dengan dakwah ini, dengan dakwah memperjuangkan agama Islam
ini, ya,…memperjuangkan dinul haq ini.
Firman Allah SWT: Dan tolong-menolonglah
kamu dalam kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu
kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.[Al-Maidah:2]. Indahnya
ukhuwah akan menghiasi perjuangan dalam sebuah komunitas, komunitas yang
dibangun hanya mengharapkan keridhoan Allah SWT.
Rabu, 25 April 2012
Komunitas Milik Siapa
Hidup dalam lingkaran komunitas, perkumpulan, maupun organisasi pasti tak jauh
dari sebuah permasalahan, baik internal yang berasal dari ulah tingkah
masing-masing individu, maupun eksternal yang ingin keunggulan komunitas itu
tersaingi. Jika memang persaingan itu dilakukan dengan fair tanpa unsure saling
menghinakan dan merendahkan itu justru harus dipertahankan, apalagi
ketika bersaing dalam perjuangan menuju kebaikan bersama mungkin justu perlu
pelestarian, tapi jika persaingan dirancang untuk saling merendahkan bahkan
menjatuhkan, maka semoga aja bisa segera menyadari dari masing masing komunitas
akan tindakan yang tidak baik itu. Perlu disadari bahwa setiap komunitas pasti
memiliki kekurangan dibalik apa aja keunggulan yang dibanggakan, begitu pula
sebaliknya.
Permasalahan dari luar komunitas itu sudah hal yang wajar, karena tidak mungkin
segala aktivitas selalu memberikan penilaian terbaik dari masing individu yang
ada. Semakin besar suatu komunitas maka semakin tinggi cobaan yang biasanya
menghampirinya. Tinggal bagaimana permasalahan yang datang dari luar komunitas
itu mau ditindak lanjuti. Mau tak mau seolah harus yakin terhadap salah satu
pepatah motivator “ Orang gagal adalah orang yang selalu memikirkan apa kata
orang, memikirkannya dan merubah kefokusan dalam sebuah pergerakan yang ada”.
Kayak alkisah antara ayah dan anak dengan seekor keledai yang bermasalah
akibat selalu mendengarkan kata orang yang ditemuinya dan melaksanakannya tanpa
keteguhan pendirian di awal. So Buat kefokusan terbaik anda, pilih mana yang
menurut anda terbaik, yakini dan jalani.
Tak
bisa dipungkiri, dalam intern komunitas pun ada permasalahan yang menghampiri.
Mungkin adanya anggota yang tidak taat akan peraturan yang ada, meremehkan
kinerja kawan bahkan saling menyalahkan antar anggota yang ada. Ketua memilki
tanggung jawab lebih tentang itu semua, ketua seharusnya memiliki suara utuh
untuk memperjuangkan ke exisan dari organisasi yang ia pimpin. Ketua adalah
pemimpin dari komunitas yang ia pimpin. Ketua pasti lebih mengerti keadaan yang
ada dalam komunitas yang ia pimpin. Namun terkadang berdalih agar lebih
baik dalam menjalani perjalanan dalam suatu komunitas, ketua justru tidak
memiliki suara yang utuh, ketua hanya menjadi formalitas sebuah kepemimpinan
komunitas, ketua justru mengikuti apa yang diputuskan oleh forum lain diluar
kepengurusan yang ada, walau terkadang forum tersebut adalah kumpulan dari
pembesar pembesar atau pengurus inti lama suatu komunitas yang ada. Lain waktu
lain keadaan, lain waktu beda kondisi, bolehlah pengalaman dan saran dari para
pejuang organisasi lama saling berdatangan untuk memberi masukan untuk kebaikan
semua, tapi yang perlu diingat jadikan semua itu sebatas jadi teori yang harus dipelajari,
tapi bukan jadi hukum yang harus ditaati dan dijalani.
Langganan:
Postingan (Atom)
