Jumat, 08 Juni 2012

Pacaran, Usaha yang sia-sia


Sebagai anak remaja, sepertinya sudah wajar kalau hidup dengan memiki seorang pacar, walau beberapa orang ada beberapa yang memiki banyak pacar dalam hidupnya. Seolah pacar adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh kaum muda. Pacaran di zaman ini seolah tuntutan kehidupan dengan berbagai alasan untuk mempertahankan statusnya. Ada yang takut dikira tidak laku alias memiliki pribadi yang rendah sehingga tidak ada orang yang mau mendekati sebagai kekasih, ada yang katanya untuk meningkatkan motiivasi belajar, ada juga yang berpikiran untuk ajang penjajagan dalam meraih jodoh. Zaman sekarang kok ndak pacaran,… takut dibilang ketinggalan zaman lah,

Jumat, 25 Mei 2012

Disiplin Belajar Ilmu Agama itu Menyesatkan?


Kehidupan manusia pada zaman ini, semakin jauh dari kehidupan Rosulullah SAW, jauh dari kehidupan para Salafus Sholih dari tabi’in dan tabi’u tabi’in. Sebaik baik zaman adalah zaman ku, kemudian setelah nya, kemudian setelahnya, itulah yang Rosulullah sampaikan pada zamannya. Dari situ dapat dimaknai bahwa, semakin jauh dari kehidupan zaman Rosulullah SAW berarti semakin buruk zaman itu.

Selasa, 22 Mei 2012

Demokrazi...?


Kepada mereka yang masih beranggapan bahwa perbedaan pendapat tentang demokrasi adalah perbedaan pendapat dalam ranah wasa’il dan furu’iyyah (cabang agama), tidak menyentuh ranah ushul (pokok agama) dan i’tiqad (keyakinan)….

Sabtu, 19 Mei 2012

Sang Penolong,.....



Hidup berorganisasi seolah hidup penuh dengan kesibukan. Sibuk ingin mengembangkan organisasi, sibuk melakukan pencitraan organisasi, maupun sibuk melakukan pengkaderan. Suatu konsep yang indah dalam membangun suatu komunitas yang dipenuhi lika liku, canda tawa dalam bergerak, kemarahan dan kekecewaan atas kesalahan kawan, kesedihan saat harus berpisah dalam akhir kepengurusan. Hal semua itu terasa menjadi hal yang wajib dialami oleh orang orang yang benar dalam berorganisasi. Suatu keputusan yang tiada salah, dalam sebuah pergerakan organisasi  karena semua adalah saling belajar dan saling memahami .

Kamis, 17 Mei 2012

Antara Kuliah dan Dakwah

Hidup sebagai mahasiswa, terutama aktivis pergerakan merupakan zona baru dalam aktitivas kehidupan mantan ABG. Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjalankan amanah orang tua yaitu belajar dengan semaksimal kita, di sisi lain sebagai aktivis kita juga dituntut untuk selalu memaksimalkan kemampuan kita mengajak teman2 di sekitar kita untuk selalu mengingatkan kebaikan. Terkadang berorganisasi lebih terasa mengasyikkan  daripada mengikuti perkuliahan yang serba monoton. Hidup terasa hampa tanpa berorganisasi, tapi organisasi juga bukan satu satunya jalan hidup. Sungguh disayangkan, ketika beberapa aktivis pergerakan yang justru berpikiran bahwa memikirkan organisasi itu lebih diutamakan daripada perkuliahan. Bahkan tak jarang beberapa mahsiswa yang rela meninggalkan perkuliahan karena adanya rapat di organisasi mahasiswa, yang lebih aneh lagi, setelah mereka berpikir bahwa agenda rapat yang meninggalkan perkuliahan dengan landasan untuk memikirkan dakwah justru dibarengi dengan kebiasaan,.........

Sabtu, 12 Mei 2012

Memperjuangkan Dakwah atau Jama’ah ?


Hidup berjama’ah seolah tabiat dari manusia, manusia sebagai makhluk yang tidak mungkin bisa lepas dari sosialisme antar sesama. Berkawan, berkelompok, bertetangga, bahkan berbisnis merupakan wujud pentingnya sosialisme antar manusia. Begitupun dengan dakwah ini, dengan dakwah memperjuangkan agama Islam ini, ya,…memperjuangkan dinul haq ini.
Firman Allah SWT: Dan tolong-menolonglah kamu dalam  kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.[Al-Maidah:2]. Indahnya ukhuwah akan menghiasi perjuangan dalam sebuah komunitas, komunitas yang dibangun hanya mengharapkan keridhoan Allah SWT.   

Rabu, 25 April 2012

Komunitas Milik Siapa

            Hidup dalam lingkaran komunitas, perkumpulan, maupun organisasi pasti tak jauh dari sebuah permasalahan, baik internal yang berasal dari ulah tingkah masing-masing individu, maupun eksternal yang ingin keunggulan komunitas itu tersaingi. Jika memang persaingan itu dilakukan dengan fair tanpa unsure saling menghinakan dan merendahkan  itu justru harus dipertahankan, apalagi ketika bersaing dalam perjuangan menuju kebaikan bersama mungkin justu perlu pelestarian, tapi jika persaingan dirancang untuk saling merendahkan bahkan menjatuhkan, maka semoga aja bisa segera menyadari dari masing masing komunitas akan tindakan yang tidak baik itu. Perlu disadari bahwa setiap komunitas pasti memiliki kekurangan dibalik apa aja keunggulan yang dibanggakan, begitu pula sebaliknya.
         Permasalahan dari luar komunitas itu sudah hal yang wajar, karena tidak mungkin segala aktivitas selalu memberikan penilaian terbaik dari masing individu yang ada. Semakin besar suatu komunitas maka semakin tinggi cobaan yang biasanya menghampirinya. Tinggal bagaimana permasalahan yang datang  dari luar komunitas itu mau ditindak lanjuti. Mau tak mau seolah harus yakin terhadap salah satu pepatah motivator “ Orang gagal adalah orang yang selalu memikirkan apa kata orang, memikirkannya dan merubah kefokusan dalam sebuah pergerakan yang ada”. Kayak alkisah antara ayah dan anak  dengan seekor keledai yang bermasalah akibat selalu mendengarkan kata orang yang ditemuinya dan melaksanakannya tanpa keteguhan pendirian di awal. So Buat kefokusan terbaik anda, pilih mana yang menurut anda terbaik, yakini dan jalani.
Tak bisa dipungkiri, dalam intern komunitas pun ada permasalahan yang menghampiri. Mungkin adanya anggota yang tidak taat akan peraturan yang ada, meremehkan kinerja kawan bahkan saling menyalahkan antar anggota yang ada. Ketua memilki tanggung jawab lebih tentang itu semua, ketua seharusnya memiliki suara utuh untuk memperjuangkan ke exisan dari organisasi yang ia pimpin. Ketua adalah pemimpin dari komunitas yang ia pimpin. Ketua pasti lebih mengerti keadaan yang ada dalam komunitas yang ia pimpin. Namun terkadang berdalih  agar lebih baik dalam menjalani perjalanan dalam suatu komunitas, ketua justru tidak memiliki suara yang utuh, ketua hanya menjadi formalitas sebuah kepemimpinan komunitas, ketua justru mengikuti apa yang diputuskan oleh forum lain diluar kepengurusan yang ada, walau terkadang forum tersebut adalah kumpulan dari pembesar pembesar atau pengurus inti lama suatu komunitas yang ada. Lain waktu lain keadaan, lain waktu beda kondisi, bolehlah pengalaman dan saran dari para pejuang organisasi lama saling berdatangan untuk memberi masukan untuk kebaikan semua, tapi yang perlu diingat jadikan semua itu sebatas jadi teori yang harus dipelajari, tapi bukan jadi hukum yang harus ditaati dan dijalani.